Advokasi

Community-led Monitoring: Peneliti dari Komunitas untuk Komunitas

  • By Caroline Thomas
  • 16 November 2022
Workshop community-led monitoring oleh PPH UAJ

Pemantauan yang dipimpin komunitas (community-led monitoring) atau CLM adalah proses untuk komunitas mengambil peran lebih besar dan memimpin pemantauan rutin terhadap isu yang penting bagi komunitas. Ketika pemantauan layanan terkait HIV dipimpin oleh komunitas, mereka adalah penentu prioritas dan indikator yang ingin dinilai.

Pada tahun 2021 di Indonesia, CLM pertama kali dilakukan dengan kepemimpinan Jaringan Indonesia Positif melalui pengembangan kerangka strategi bersama dan panduan CLM. Di negara lain, CLM juga dilakukan oleh jaringan populasi kunci, atau kelompok lain yang terdampak HIV atau entitas komunitas lainnya, misalnya kelompok pasien TB, malaria, dan hepatitis.

Berdasarkan kerangka strategi dan panduan yang dikembangkan, pada tahun 2022 ini Jaringan Indonesia Positif kembali memimpin dan melanjutkan proses CLM. PUI-PT Pusat Penelitian HIV AIDS PUK2IS Unika Atma Jaya membantu memberikan asistensi teknis kepada 14 peneliti komunitas dari 7 jaringan populasi kunci yang terdiri dari:

  1. Jaringan Indonesia Positif
  2. Ikatan Perempuan Positif Indonesia
  3. Jaringan Transgender Indonesia
  4. Organisasi Perubahan Sosial Indonesia
  5. Gaya Warna Lentera – Indonesia 
  6. Inti Muda
  7. Persaudaraan Korban Napza Indonesia

 

Mengapa penting untuk melibatkan komunitas yang terdampak dalam proses CLM?

Masalah-masalah yang diidentifikasi oleh komunitas terkadang sering diabaikan karena tidak terdokumentasi. Dengan adanya proses CLM, komunitas dapat mendokumentasikan dan menyampaikan pengalamannya secara terstruktur dan sesuai dengan metode penelitian yang baik dan benar. Proses CLM dilakukan oleh komunitas untuk melihat perspektif dari komunitas. Pelibatan komunitas, misalnya dalam pengumpulan data, penting karena dapat menciptakan kenyamanan bagi responden untuk berbagi mengenai pengalamannya. 

Proses asistensi teknis yang dilakukan oleh PPH Atma Jaya

Keterlibatan komunitas tidak hanya terbatas dalam pengumpulan data. Ada serangkaian proses asistensi teknis yang dilakukan PPH UAJ dalam membantu proses CLM selama tahun 2022:

  • Proses pengembangan instrumen pengumpulan data CLM dimulai dengan peninjauan instrumen yang telah dibuat di tahun 2021, kemudian dilanjutkan dengan asistensi teknis pada uji keterbacaan, pengembangan panduan dan kuesioner, dan uji coba penggunaan kuesioner.
  • Dalam proses pengumpulan data, PPH memberikan asistensi bagi teman-teman peneliti komunitas dalam pemantauan kualitas data.
  • Untuk meningkatkan kapasitas, para peneliti komunitas juga dibekali dengan akses pada kursus dan sertifikasi mengenai etika penelitian. Selain itu, PPH juga memberikan pelatihan mengenai metode penelitian dan pengelolaan data bagi peneliti komunitas dan enumerator. 
  • Setelah proses pengumpulan data, para peneliti komunitas diberikan pelatihan mengenai analisis data, baik data kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya, untuk memantapkan langkah advokasi berdasarkan informasi yang sudah terkumpul melalui proses CLM, PPH juga memberikan lokakarya penulisan laporan dan penulisan kertas kebijakan (policy brief).

Seluruh rangkaian asistensi teknis yang diberikan oleh PPH UAJ diharapkan mampu untuk memberikan penguatan dan peningkatan kapasitas komunitas agar dapat menjadi peneliti yang handal.

Bagaimana data yang dikumpulkan melalui proses CLM digunakan?

Ketika data CLM tersedia, komunitas dapat mengidentifikasi masalah spesifik yang terjadi dan dapat membantu komunitas dan pembuat keputusan membidik praktik dan kebijakan yang memerlukan perbaikan. Data CLM juga memberikan bukti mengenai layanan apa yang sudah berjalan dengan baik, layanan apa yang butuh ditingkatkan, dan menyediakan saran untuk memperbaiki hasil.