Peningkatan Kapasitas

Diskusi Kultural: Pengguna NAPZA dalam Perubahan Sosial – Ekonomi

  • By Fikri Haidar
  • 15 June 2022
None

Memahami istilah pengguna Napza membutuhkan pemahaman kontekstual dan historis mengenai bagaimana konsumsi Napza dibentuk di Indonesia. Secara istilah, pengguna Napza adalah seseorang dianggap memiliki masalah yang terbawa arus ke dalam arena baru. Istilah tersebut membentuk persepsi bahwa pengguna Napza telah kehilangan peran sosialnya dalam masyarakat karena “terbawa arus” ke “lingkungan atau arena baru” yang berada di luar “arena” masyarakat normatif. 

Istilah ini memiliki implikasi sosial yang signifikan dalam bagaimana pendekatan harm reduction mencari solusi yang tepat untuk mengurangi dampak buruk bagi pengguna Napza dan mempersiapkan mereka untuk “kembali” kepada “arena masyarakat”. Moktar Kobaralin dalam Diskusi Kultural ke-8 membahas Pengguna Napza dalam Perubahan Sosial – Ekonomi: Implikasi Pendampingan dan Program Harm Reduction. Diskusi diadakan pada Rabu, 8 Juni 2022 secara daring dan dihadiri oleh berbagai perwakilan dari organisasi masyarakat dan komunitas pendamping di Indonesia. 

Pendekatan populasi kunci pengguna Napza perlu memperhatikan histori individu “menjadi” seorang pengguna. Moktar menjelaskan pendamping dan penjangkau perlu mengetahui penyebab individu atau kolektif menggunakan Napza. Tahap ini harus dilakukan untuk mengindari de-humanisasi pengguna Napza. Stigma dan diskriminasi atas pengguna Napza sebagai individu yang telah kehilangan peran sosialnya dapat menyebabkan internalisasi stigma. Identifikasi ini menjadi dasar penyusunan program pemulihan untuk sasaran pengguna Napza. Melalui edukasi dan rehabilitasi, pendamping dan penjangkau perlu memastikan bahwa pengguna harus bergerak menjadi individu dengan “peran sosial” untuk kembali ke masyarakat. Edukasi dan rehabilitasi didasarkan melalui kegiatan harm reduction dan kegiatan strategis untuk re-integrasi ke dalam masyarakat. 

Diskusi menggunakan kerangka berpikir Pierre Bordieu tentang habitus dan kapital dalam menjelaskan “peran sosial” yang hilang dari pengguna Napza. Habitus adalah suatu sistem melalui kombinasi struktur objektif dan sejarah personal, disposisi yang berlangsung lama dan dinamis yang berfungsi sebagai basis generatif bagi praktik-praktik yang terstruktur dan terpadu secara objektif. Perilaku, nilai Pengguna NAPZA yang didapat dari  interaksi dengan komunitas pemakai  dan bagaimana penerimaan nilai sosial yang telah terstruktur menjadi nilai sehari-hari.


Diskusi Kultural: Mimpi masyarakat sipil dalam Pencegahan dan Pengendalian HIV menjadi ruang terbuka untuk setiap perwakilan organisasi masyarakat memberikan suaranya atas mimpi-mimpi pencegahan dan pengendalian HIV dan Napza di Indonesia.

Dapatkan lembar materi untuk Pengguna NAPZA dalam Perubahan Sosial – Ekonomi: Implikasi Pendampingan dan Program Harm Reduction oleh Ade Aulia untuk program harm reduction di sini.