Artikel

Diskusi Kultural: Perspektif Lain untuk Penanggulangan Napza dan HIV di Indonesia

  • By Fikri Haidar
  • 28 April 2022
None

Percakapan dan diskusi tentang penanggulangan Napza dan HIV di Indonesia harus tetap berjalan. Indonesia butuh menampung lebih banyak suara untuk sistem penanggulangan yang lebih baik. Pendekatan normatif berbasis hukum perlu juga diimbangi dengan perspektif lain yang lebih humanis. Banyak perspektif lain penanggulangan Napza dan HIV yang perlu diberikan ruang bicara untuk bisa didengar dan didiskusikan. 

Klub HoRe HoRe bekerja sama dengan PUI-PT Pusat Penelitian HIV AIDS menyediakan ruang diskusi untuk membahas Perspektif Lain dari Penanggulangan Napza dan HIV di Indonesia. Ruang ini terbuka untuk organisasi masyarakat dan kelompok pendamping, kelompok penjangkauan (outreach), peneliti dan advokat, keluarga pendamping, hingga pengguna Napza dan orang dengan HIV. 

Seri Diskusi Kultural: Perspektif Lain untuk Penanggulangan Napza dan HIV di Indonesia berbasis harm reduction. Harm reduction (pengurangan dampak buruk) adlaah prinsip pencegahan penularan HIV pada populasi penguna Napza suntik. Pengguna Napza suntik menjadi salah satu dari populasi kunci dengan prevalansi penularan HIV yang tinggi di Indonesia. Diskusi ini menjadi ruang terbuka untuk membicarakan berbagai pilihan penanggulangan untuk beragam demografi, kondisi penggunaan Napza, dan identitas. 


Ikuti Seri Diskusi Kultural: Perspektif Lain Penanggulangan Napza dan HIV di Indonesia setiap Rabu pukul 15:00 WIB lewat Zoom meeting. Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Diskusi Kultural di sini.

Octavery Kamil (23 Februari): Mimpi masyarakat sipil dalam Pencegahan dan Pengendalian HIV
M. Theo Zaenuri (9 Maret): Sisi lain Program Harm Reduction: Kewirausahaan Sosial
M. Suharni (23 Maret): Seks dan Harm Reduction: Pencegahan HIV pada Laki-laki yang berhubungan seks dengan Laki-laki
Husen Basalamah (6 April): Apakah penggunaan sabu membutuhkan harm reduction?
Amri Yahya (20 April): Kecenderungan terkini penggunaan Napza Suntik di Jakarta
Nasrun Hadi (11 Mei): Mungkinkah Digitalisasi Penanggulangan HIV?
Ade Aulia (25 Mei): Volunterisme dan Profesionalisme: Pengembangan dan Implementasi Program
Moktar Kobaralin (8 Juni): HR dalam Perubahan Sosial-Ekonomi: Implikasi pada Pengguna Napza dan Pendampingan
Ignatius Praptoraharjo (22 Juni): Menghapus kondom dalam Harm Reduction dan Penanggulangan HIV
Rizky Ika Syafitri (6 Juli): Komunikasi Perubahan Perilaku dan Pendekatan Struktural: Apakah ada sinerginya?