Penelitian

Kerentanan Remaja Perempuan terhadap Kekerasan

  • By Fikri Haidar
  • 26 December 2022
None

Remaja perempuan cenderung rentan terhadap kekerasan. Posisi rentan diakibatkan karena keterbatasan pengetahuan atas kesehatan seksual dan reproduksi. Di sisi lain, stigma dan diskriminasi atas remaja perempuan yang membutuhkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual menghambat remaja perempuan mendapatkan informasi yang valid terkait pengetahuan KSR. Tabu tentang pendidikan seks dan reproduksi justru menimbulkan kekerasan terhadap perempuan yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang KSR.

Diskusi Kultural: Remaja dan Kesehatan Reproduksi bersama PKBI DKI Jakarta kali ini berbicara tentang kerentanan remaja perempuan terhadap kekerasan. Bersama Ika Nindyas selaku Project Leader on Adolescent Health and Nutrition dari RISE Foundation, Diskusi Kultural kali ini akan membahas bagaimana remaja perempuan bisa dengan aman dan nyaman mengakses kesehatan seksual dan reproduksi untuk menghindari kekerasan. Diskusi diadakan secara virtual melalui Zoom pada Jumat, 23 Desember 2022 yang dihadiri oleh berbagai kelompok dari wilayah di Indonesia. 

Global Early Adolescent Study tahun 2019 di Jakarta, Semarang, Lampung, dan Denpasar menemukan bahwa remaja perempuan (12-15 tahun) mempunyai pengetahuan yang rendah tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta menunjukkan skor yang tinggi tentang rasa tidak nyaman mengenai perkembangan tubuh. Selain itu, total 55,4% remaja di Semarang tidak mengetahui seorang perempuan dapat hamil saat pertama kali melakukan hubungan seksual. 

Minimnya pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi meningkatkan kerentanan perempuan terhadap manipulasi dan kekerasan seksual. Ketidaksetaraan gender yang memosisikan perempuan sebagai sub-ordinat membatasi akses informasi yang valid. Hasilnya perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan, melahirkan, aborsi tidak aman dan risiko pemakaian alat kontrasepsi. Perempuan dituntut bertanggung jawab atas kontrasepsi, dan dipaksa untuk menderita efek samping dari beragam alat kontraseps. Secara biologis, struktur organ reproduksi perempuan rentan terhadap penularan IMS termasuk HIV dan AIDS, namun pembicaraan tentang bagaimana mencegah dan mengatasi infeksi menular seks ditutup rapat apabila perempuan belum menikah.


Diskusi Kultural: Remaja dan Kesehatan Reproduksi merupakan kolaborasi antara PPH UAJ dan PKBI DKI Jakarta untuk menyediakan ruang diskusi dalam membahas isu-isu penting bagi remaja. Tonton siaran ulang sesi Diskusi Kultural: Remaja dan Kesehatan Reproduksi di sini.