Peningkatan Kapasitas

Kesehatan Jiwa di Dunia Kerja - Forum Diskusi Ilmiah Nasional

  • By Fikri Haidar
  • 28 October 2022
None

Kesehatan mental adalah sebuah spektrum berkelanjutan yang bisa saja membuat seseorang tetap dapat berfungsi meskipun dengan masalahnya tersebut. Masalah kesehatan mental juga dapat dikendalikan dengan bantuan dari psikolog dan psikiater. Orang dengan masalah kesehatan mental dapat ‘terlihat’ tidak memiliki masalah kejiwaan seperti; melakukan kegiatan produktif, bersosialisasi dengan baik, dan meraih prestasi. Konseling rutin dan konsumsi obat psikotropika. Sayangnya, stigma dan misinformasi mengenai orang dengan masalah kesehatan mental masih menjadi hambatan bagi seseorang untuk membangun karier yang bermakna bagi mereka. 

Isu kesehatan mental dalam dunia kerja semakin meningkat seiring dengan meningkatnya beban kerja dan semakin kompetitif lingkungan kerja. Diskusi tentang dukungan kesehatan mental untuk pekerja harus ditingkatkan dengan melibatkan pekerja dan pemberi kerja.

Dalam rangka World’s Mental Health Day, Community of Practice: Kesehatan Jiwa bersama Forum Diskusi Ilmiah Nasional memulai diskusi tentang Penyintas Kesehatan Jiwa di Dunia Kerja dengan mempertemukan penyintas pekerja, pemberi kerja, dan psikolog. Forum Diskusi Ilmiah Nasional diadakan Jumat, 21 Oktober 2022 secara daring serta dihadiri oleh anggota Community of Practice: Kesehatan Jiwa dan pegiat isu kesehatan jiwa dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Kami mengundang Bagus Utomo dari Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia dan Ratih Prativi Negara sebagai pemberi kerja; Daniel Soerjonoto sebagai penerima kerja dan penyintas kesehatan jiwa; dan Evi Sukmaningrum sebagai psikolog yang melihat dinamika hubungan pemberi dan penerima kerja dalam konteks psikologis. 

Dialog yang sehat antara pekerja dan pemberi kerja menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan positif. Melibatkan psikolog sebagai pihak ketiga merupakan langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang suportif. Menurut psikologi, terdapat beberapa aspek suatu lingkungan kerja yang suportif terhadap kesehatan jiwa; yaitu memiliki pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan mental pekerja; memiliki kebijakan yang mengakomodasi pekerja; memiliki program, dukungan sebaya, atau klinik untuk penanggulangan kesehatan mental; dan memastikan semua layanan kesehatan dapat diinformasikan dan dapat diakses oleh semua pekerja. 

Mempertemukan antara pekerja dan pemberi kerja atau perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang suportif adalah langkah awal untuk menciptkan dunia kerja yang inklusif untuk berbagai individu dengan kondisi kejiwaan. Dengan perusahaan menyediakan ruang aman bagi pekerja dengan masalah kejiwaan dan akses terhadap layanan kesehatan jiwa, tidak hanya mendorong pekerja yang sudah ada menjadi lebih sejahtera, namun juga membuka kesempatan untuk orang dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia untuk bekerja setara. 


Forum Diskusi Ilmiah Nasional mendiskusikan beragam topik yang sedang dibahas oleh publik serta merangkum hasil diskusi menjadi rekomendasi penyusunan kebijakan publik. Unduh materi Forum Diskusi Ilmiah di sini. Tonton rekaman Diskusi ini dan Forum Diskusi Ilmiah Nasional lainnya di YouTube kami.