Artikel

Kumpulan Reportase Ekslusif International AIDS Conference Virtual 2020

  • By PPH UAJ
  • 27 July 2020
None
Kumpulan Reportase Ekslusif International AIDS Conference 2020 oleh PUI PT PPH Pusat Unggulan Kebijakan Kesehatan dan Inovasi Sosial

Di tahun 2020 ini, Konferensi AIDS Sedunia atau International AIDS Conference (IAC) memasuki kali ke-23 penyelenggaraan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya IAC dihelat secara daring (virtual). Keputusan bentuk pelaksanaan IAC secara virtual ini menyusul terjadinya pandemi global COVID-19 dan sebagai wujud komitmen panitia penyelenggara untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan segenap pihak yang terlibat di dalamnya. Berlangsung pada 6-10 Juli 2020, San Francisco dan Oakland Amerika Serikat tetap menjadi kota pusat  aktivitas IAC Virtual 2020. Walaupun diselenggarakan tanpa bertatap muka langsung, IAC Virtual 2020 justru jadi kombinasi yang menarik dari sesi virtual dan jejaring komunitas, termasuk pameran, lokakarya, Global Village, satelit dan pra-konferensi yang menjangkau khalayak di seluruh dunia dan dihadiri ribuan peserta.

Sepanjang lima hari penyelenggaraan, 15 orang staf PUI PT PPH Pusat Unggulan Kebijakan Kesehatan dan Inovasi Sosial[1] berkesempatan menjadi peserta untuk mengikuti rangkaian acara. Menolak ‘pulang’ ke dunia luring dengan tangan hampa, masing-masing dari kami lantas memberikan buah tangan dari IAC Virtual 2020 dalam bentuk reportase dari sesi/panel konferensi yang sempat diikuti. Silakan klik judul tulisan reportase untuk membaca.

Selamat membaca!

 
[Seri Reportase AIDS Conference 2020]
 

6 Juli 2020

  1. AIDS: Pandemi yang Terlupakan (AIDS: The Forgotten Pandemic) (6 Juli 2020), oleh Mervin Hansel Aditama.
  2. HIV Epidemiology In Southern Africa: Critical Questions and New Methods (6 Juli 2020), oleh Gaby Gabriela Langi.
  3. The Power of Self-Testing: A Spotlight on Pandemic Response (6 Juli 2020), oleh Devika.

7 Juli 2020

  1. A Practical Delve into Mindfulness Meditation; An Important but often Neglected Adjunct to Antiretroviral Therapy (7 Juli 2020), oleh Eric Sindunata.
  2. The Impact of NIH HIV/AIDS Research and Discovery at The Intersection of Prevention, Treatment and Disparities Across The Lifespan (7 Juli 2020) oleh Arie Rahadi.

8 Juli 2020

  1. Memperkuat Pemanfaatan Hasil Penelitian Implementasi Melalui Keterlibatan Pembuat Kebijakan Kunci (8 Juli 2020), oleh Ignatius Praptoraharjo
  2. Memahami Berbagai Ketidaksetaraan yang Dialami Kaum Marginal di Tengah Pandemi HIV/AIDS (8 Juli 2020), oleh Nidia Muryani. 
  3. The Missing Link: Leveraging Faith Communities for Epidemic Control (8 Juli 2020) oleh Sari Lenggogeni. 
  4. Telehealth Layanan HIV: Angin Segar Selama Pandemi, Bukan untuk Semua Orang (8 Juli 2020) oleh Amalia Puri Handayani.

9 Juli 2020

  1. Pendekatan Transformatif Gender dalam Respon HIV (9 Juli 2020), oleh Made Diah Negara.
  2. Transgender Laki-laki dan Kerentanan Terhadap HIV yang Kerap Terabaikan (9 Juli 2020), oleh Armadina Az.
  3. Harnessing Surveillance Data to Improve Individual Retention and Re-engagement in HIV Treatment (9 Juli 2020), Lydia Verina Wongso.
  4. Penerapan Sains Memastikan Akses Layanan Pencegahan dan Perawatan HIV Bagi Pengguna Narkotika (9 Juli 2020) oleh Yohanes Gentar.
  5. Addressing the Gaps for Mental Health Service for People Living with HIV (9 Juli 2020) oleh Evi Sukmaningrum.

 


[1] Dengan resminya Pusat Penelitian HIV AIDS UNIKA Atma Jaya ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI PT), kami melakukan penyesuaian penulisan penamaan menjadi PUI PT PPH Pusat Unggulan Kebijakan Kesehatan dan Inovasi Sosial.