Artikel

Lenny Sugiarto - Memperjuangkan Hidup Layak untuk Transpuan

  • By Armadina Az Zahra
  • 27 April 2022
Lenny Sugiarto, aktivis transpuan dari Yayasan Srikandi Sejati

Saya dilahirkan 62 tahun yang lalu dengan nama pemberian orang tua, namun saat ini saya lebih dikenal dengan nama yang saya pilih sendiri, Lenny. Lahir dan besar di Jakarta, saya sempat menempuh pendidikan di Akademi Pariwisata dan Perhotelan, sebelum akhirnya terjun ke dunia aktivisme yang berfokus pada perjuangan teman-teman transpuan. 

Lenny Sugiarto adalah salah satu pendiri Yayasan Srikandi Sejati. Sejak tahun 1998, Yayasan Srikandi Sejati memiliki visi untuk mengembangkan kepercayaan diri pada transpuan melalui pemberdayaan kelompok transpuan agar dapat bersosialisasi secara baik di masyarakat sehingga dapat terciptanya masyarakat yang dapat menghormati hak-hak orang lain dan berjalan bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur. 

Yayasan Srikandi Sejati: Asa untuk Transpuan

Ide pendirian Yayasan Srikandi Sejati berangkat dari permasalahan yang dialami teman-teman transpuan di kehidupan sehari-hari. Mereka hidup dengan stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Belum lagi masalah kebijakan dari pemerintah yang tidak berpihak kepada transpuan sehingga membatasi ruang gerak teman-teman transpian dalam mendapatkan akses pendidikan formal maupun nonformal. 

Teman-teman transpuan menjadi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan terpaksa bekerja sebagai pekerja seks yang berakibat pada kerentanan terinfeksi berbagai penyakit, termasuk HIV dan AIDS.

Pendampingan Transpuan yang Berkelanjutan

Yayasan Srikandi Sejati mendampingi transpuan muda hingga lanjut usia (lansia) dalam membuka akses terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini terutama untuk transpuan lansia yang memiliki masalah kesehatan seperti hidup dengan HIV dan kesulitan untuk membiayai kehidupan sehari-harinya karena masalah ekonomi. Saya berharap dengan perjuangan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Srikandi Sejati pemerintah maupun pihak lain bisa lebih memperhatikan kondisi transpuan lansia dan hidup dengan HIV. Misalnya dengan adanya rumah aman yang dikelola langsung oleh komunitas transpuan sendiri, tujuannya agar siapa saja dapat datang untuk mencari keamanan dan kenyamanan