Advokasi

Pertemuan Kedua CoP Keswa: Memperkuat Strategi Aksi Digital

  • By Armadina Az Zahra
  • 13 November 2020
Foto Hanya Ilustrasi.

Keterbatasan untuk dapat bertatap muka tidak jadi penghalang bagi tim Community of Practice (CoP) isu kesehatan jiwa Pusat Penelitian HIV AIDS UNIKA Atma Jaya (PPH) untuk melakukan konsolidasi. Belasan anggota CoP yang terdiri atas perwakilan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Puskesmas Kecamatan Matraman, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia, Ikatan Psikolog Klinis Jakarta, Into the Light Indonesia, Ikatan Perempuan Positif Indonesia, ASEAN Disability Forum dan rekan-rekan penggiat isu kesehatan jiwa (Keswa) lainnya, turut jadi bagian di dalamya. Berlangsung di ruang pertemuan daring, tiga orang perwakilan dari PPH didapuk sebagai fasilitator dalam mendiskusikan agenda pertemuan. Ketiganya ialah Edwin Sutamto (Program Manager PPH), Lydia Wongso (Knowledge Management Officer PPH), dan Caroline Thomas (Staf Advokasi PPH).

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan CoP sebelumnya, pertemuan daring kali ini mengusung 5 tujuan utama yaitu 1). Mengenalkan kembali konsep CoP pada peserta inisiasi (pertemuan pertama) dan peserta baru; 2). Menyepakati tujuan bersama dan keanggotaan CoP; 3). Pembahasan direktori & sub-direktori CoP; 4). Penjelasan Platform dan Website untuk CoP; dan 5). Rencana Tindak Lanjut CoP. Pengenalan kembali konsep CoP menjadi salah satu tujuan utama yang sangat penting karena akan menjadi fondasi arah gerak CoP Keswa ke depannya. Maka tak heran bila fasilitator kembali menuturkan dan mendiskusikan gagasan pembentukan CoP adalah sebagai usaha untuk membangun suatu sistem manajemen pengetahuan. Secara sederhana, manajemen pengetahuan dibagi menjadi 3 proses (siklus): Knowledge Creation (Pembentukan Pengetahuan), Knowledge Sharing (Distribusi Pengetahuan) dan Knowledge Application (Pengaplikasian Pengetahuan, misalnya dalam bentuk kolaborasi penelitian, pendidikan, intervensi dan advokasi). Dalam kerangka ini, CoP sangat diperlukan, terutama untuk mendukung proses knowledge sharing.

Rancangan strategi pun coba dimatangkan untuk mewujudkan terciptanya iklim saling berbagi pengetahuan yang baik dan efektif di tengah kondisi pandemi. Kemajuan teknologi dan adanya beragam pilihan platform digital jadi andil terciptanya ide pemanfaatan Wesbite dan aplikasi Slack dengan lebih terarah dan masif oleh anggota CoP. Langkah awal yang kemudian ditempuh adalah pembentukan forum diskusi pada platform Slack dan penambahan sub-page “Kesehatan Jiwa dan Community of Practice” pada Website PPH. Keduanya ditujukan untuk memaksimalkan proses knowledge sharing, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada Website PPH sendiri ke depannya tengah dikembangkan sejumlah fitur baru yang memungkinkan anggota CoP -melalui tim PPH- berbagi dan mengakses pengetahuan melalui repositori keswa yang nantinya akan memuat kumpulan data, artikel, jurnal, hasil penelitian, dan lain sebagainya terkait keswa.