Search
Close this search box.

In-house Training Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif membantu memahami ragam perilaku terkait dengan penularan, gaya hidup, dan aspek budaya yang menentukan faktor risiko infeksi HIV. Penelitian kualitatif mampu menggambarkan berbagai populasi kunci seperti pengguna napza suntik, laki-laki seks dengan laki-laki lain (LSL), dan pekerja seks.

Pada 2-4 Desember 2014, PPH UAJ mengadakan in-house training Metode Penelitian Kualitatif. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam memahami konteks perilaku terkait pencegahan dan pengobatan HIV. Melalui pelatihan ini, peserta mampu memahami konsep metode penelitian kualitatif dan memahami penyusunan desain penelitian kualitatif.

Pelatihan berlangsung di Hotel All Seasons, Jakarta. Peserta in-house training terdiri dari staf PPH UAS, KIOS Atma Jaya, Lentera Anak Pelangi, ARI, HCPI, Karisma, Kotex, dan OPSI. Seluruh peserta terlibat aktif dan antusias dalam mengikuti setiap sesi dalam pelatihan ini. Instruktur dalam pelatihan ini tidak hanya berasal dari Atma Jaya, tetapi juga dari Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor.

Pada hari pertama in-house training, konsep penelitian kualitatif, langka desain penelitian kualitatif menjadi materi pengantar bagi para peserta. Agar mempermudah, peserta juga belajar untuk merumuskan pertanyaan penelitian kualitatif yang benar. Di hari kedua, peserta mempelajari mengenai pengelolaan dan analisis data kualitatif. Tidak hanya penelitian perilaku, tapi juga penelitian kebijakan. Peserta berlatih dengan menganalisis dan membuat laporan singkat mengenai data wawancara. Hari ketiga, peserta berlatih menggunakan software NVivo untuk membuat koding dan skema untuk mempermudah proses analisis data hasil wawancara. Di hari terakhir, peserta berlatih membuat laporan singkat berdasarkan skema Nvivo kemarin.

In-house training Metode Penelitian Kualitatif menjadi awal untuk mendukung peserta untuk merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penelitian kualitatif. Setiap materi memberikan perspektif teoritik dan praktis dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. Selain itu juga membantu memahami proses penerjemahan hasil penelitian tersebut menjadi sebuah kebijakan atau program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content