Publikasi

Kajian Gender terhadap Penanggulangan HIV di Indonesia

  • by PPH UNIKA Atma Jaya
  • 30 August 2018

Kajian ini bertujuan untuk melihat integrasi dimensi gender pada epidemi HIV dalam program penanggulangan HIV di Indonesia baik di tingkat nasional dan subnasional. Selain itu, faktor penghambat dan pendukung yang tersedia untuk mengintegrasikan gender dan HIV pada tataran kebijakan, program, dan pendanaan juga turut diidentifikasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat walau ketidaksetaraan gender adalah faktor penghambat yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus HIV bagi perempuan, hanya sedikit bukti yang menjelaskan bagaimana dimensi gender telah terintegrasi dalam kebijakan, program, dan penganggaran respons HIV.

Proses kajian ini dilakukan pada Februari – Agustus 2018 melalui izin etik dari Komisi Etik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, izin penelitian dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kesbangpol Pemda DKI Jakarta. Pendekatan kualitatif digunakan sebagai metode utama dalam melakukan kajian. Serangkaian DKT dan wawancara mendalam dilakukan kepada informan dari kelompok penyedia layanan – baik fasyankes maupun LSM, penerima manfaat dari berbagai latar belakang populasi kunci, dan pemangku kepentingan baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, kajian kebijakan dilakukan untuk memberikan gambaran spesifik mengenai posisi kebijakan pemerintah Indonesia terkait gender dan respons HIV. Seluruh data yang terkumpul dianalisis secara tematik sesuai dengan kerangka konseptual Gender and Social Inclusion Pathways dengan menggunakan bantuan perangkat kualitatif NVIVO versi 11.