Publikasi

[PEN] Penelitian Perilaku Pencarian Bantuan Kesehatan pada Pengguna Napza Suntik di Bekasi

  • by PPH UAJ
  • 01 January 2010

Besarnya jumlah sub-populasi pengguna napza suntik di Kota Bekasi menjadi faktor risiko penularan HIV terbesar saat ini dan di beberapa tahun mendatang. Tidak hanya itu, faktor pendorong lain yang menyebabkan tingginya prevalensi HIV dan AIDS pada kalangan pengguna napza suntik di Kota Bekasi adalah letak Kota Bekasi yang berbatasan dengan daerah prevalensi tinggi (DKI Jakarta). Di samping masalah geografis, sejumlah krisis multi dimensial lain yang dianggap berperan adalah tingginya angka penggangguran dan kriminalitas, tingginya mobilitas penduduk untuk berdagang, wisata, sejumlah faktor budaya, serta pengendalian infeksi yang lemah (baik dari sisi skill, budget, policy).

Ancaman epidemi semakin terbuka karena secara geografis wilayah di Kabupaten dan Kota Bekasi berada pada jalur pantura, dan mengalami pembangunan sosial ekonomi yang semakin berkembang pesat. Sementara itu kegiatan penjangkauan dan pendampingan kepada kalangan pengguna napza suntik di kota Bekasi masih terbatas oleh Lembaga Kasih Indonesia (LKI) dan di Kabupaten Bekasi bahkan belum ada kegiatan pendampingan dan penjangkauan kepada para pengguna napza suntik.

Mengingat bahwa kesadaran untuk hidup lebih sehat akan sangat terkait dengan pengetahuan, sikap, keyakinan, perilaku, pengalaman, informasi yang diperoleh serta perilaku dan gaya hidup seseorang, dan juga mengingat bahwa para pengguna napza suntik memiliki karakteristik psikososial yang khas, maka penelitian ini tidak akan terpaku pada satu model health-seeking behavior tertentu, tetapi lebih menekankan pada penggalian terhadap aspek-aspek dan elemen pendukung yang diasumsikan akan menentukan pencarian bantuan kesehatan.

Baca tulisan selengkapnya dengan klik tombol unduh di bawah ini.