Penelitian / Laporan Penelitian

Pengembangan dan Penilaian Kelayakan (Feasibility and Acceptability) Petunjuk Teknis Manajemen Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas

  • 09 March 2022

Sejak Juni 2020, PUI-PT PPH PUK2IS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan studi implementasi untuk mengembangkan Petunjuk Teknis (Juknis) Manajemen Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas. Penyusunan juknis keswa merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa salah satu penyebab terjadinya variasi layanan keswa di Puskesmas diakibatkan belum tersedianya kebijakan operasional dalam bentuk petunjuk teknis sebagai acuan standar pemberian layanan keswa yang komprehensif mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif (Sukmaningrum, dkk., 2020).

Penyusunan kerangka dan draft Juknis dilakukan oleh tim teknis yang terdiri dari: tim peneliti PUI-PT PPH PUK2IS Unika Atma Jaya, perwakilan Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Sudinkes Kota (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur), serta Penanggung Jawab (PJ) Program Keswa dan Kepala Puskesmas (Kapus) dari lima puskesmas wilayah DKI Jakarta (Puskesmas Kecamatan Cakung, Koja, Johar Baru, Mampang Prapatan, dan Grogol Petamburan). Mengingat keterlibatan puskesmas selaku pelaksana atas Juknis ini baru diwakili oleh PJ Keswa dan Kapus dari 5 puskesmas DKI Jakarta, maka diperlukan juga pandangan dan masukan dari dari puskesmas lainnya yang ada di wilayah DKI Jakarta. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterlaksanaan (feasibility) dan penerimaan untuk diujicobakan dan kemudian diterapkan pada ke-37 puskesmas wilayah DKI Jakarta. Dalam konteks sistem atau praktik kesehatan, feasibility didefinisikan sebagai dampak kumulatif dari berbagai pengaruh yang kemudian berdampak terhadap implementasi suatu intervensi (Bird et al., 2014). Bowen et al. (2009) menyatakan bahwa studi feasibility sendiri dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu intervensi dalam hal relevansi dan peluang keberlanjutan dalam praktik nyata. Lebih lanjutnya, studi feasibility dibutuhkan untuk: meminimalisir terbuangnya sumber daya yang ada, penentuan prioritas dalam pengambilan keputusan, dan meningkatkan efektivitas sistem kesehatan (Bird et al., 2014).

Maka dari itu studi penilaian feasibility terhadap substansi Juknis dilakukan melalui survei daring dengan metode delphi untuk mengidentifikasi kelayakan dan penerimaan dari perwakilan ke-37 puskesmas wilayah DKI Jakarta perihal peluang bahwa Juknis ini dapat diimplementasikan. Setelah hasil survei diolah oleh tim peneliti PUI-PT PPH PUK2IS, diadakan workshop untuk pemaparan hasil survei sekaligus mendiskusikan masukan, dan memperoleh kesepakatan atas substansi draft Juknis dengan mengundang seluruh anggota tim teknis beserta perwakilan ke-37 puskesmas selaku responden survei. Dengan demikian diharapkan dari hasil penilaian feasibility tersebut, Juknis Manajemen Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas ini dapat lebih disempurnakan sehingga dapat mampu laksana dan diterima untuk diujicobakan.