Publikasi / Artikel Jurnal Nasional & Internasional

The Effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) on Antiretroviral Therapeutic Adherence and Mental Health in Women Infected with HIV/AIDS

  • by Irwanto
  • 11 December 2020

Surilena R, Irawati Ismail, Irwanto, Zubairi Djoerban, Budi Utomo, Sabarinah,Iwan, & Arwin A P Akip

Tujuan: mengetahui efektifitas terapi berbasis perilaku emosi rasional (berbasis REBT) terhadap perbaikan kesehatan mental dan kepatuhan terapi anti-retroviral (ART) pada perempuan yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA perempuan). Metode: penelitian ini merupakan uji klinis, randomisasi, tersamar tunggal, pada ODHA perempuan yang berobat jalan di Pokdiksus AIDS RS Cipto Mangunkusumo dan Unit Diagnostik Terpadu AIDS RS Dharmais, Oktober 2011-Maret 2012. Hasil alokasi acak (randominasi blok) pada 160 ODHA perempuan didapatkan kelompok intervesi berbasis REBT (n=80) dan kelompok kontrol (n=80). Kelompok intervensi mendapat intervensi berbasis REBT 8 sesi/minggu yaitu 6 sesi/minggu terapi individual dan 2 sesi/minggu terapi kelompok. Instrumen yang digunakan kuesioner demografi, kepatuhan ART (self-report dan hitung pil), kesehatan mental (SRQ-20). Data dianalisis dengan kai kuadrat, generalized linear model, generalized estimating equations. Hasil: 148 responden yang dianalisis yaitu kelompok intervensi berbasis REBT (n=72) dan kontrol (n=76) dengan rerata usia 33-34 tahun. Setelah 8 minggu intervensi berbasis REBT, ada perbaikan (peningkatan) rerata skor kepatuhan laporan diri (self-report) dibandingkan dengan kelompok kontrol (100%; 95% CI 83,3-96,7 v.s. 84%; 95% CI 77,5-87,8) dan perbaikan (penurunan) rerata skor SRQ-20 pada kelompok intervensi berbasis REBT dibandingkan dengan kelompok kontrol (2,9; 95% CI 2,7-13,0 v.s. 5,4; 95% CI: 5,0 - 13,6). Kepatuhan ART berdasarkan titer viral load (VL) tidak dianalisis pada kedua kelompok karena mayoritas proporsi titer VL tidak terdeteksi (<400 copies/mL). Analisis GLM menunjukkan penurunan rerata skor SRQ-20 dan peningkatan rerata skor kepatuhan ART (self-report) kelompok intervensi berbasis REBT lebih signifikan (p<0.000) daripada kelompok kontrol pada minggu 8. Analisis GEE menunjukkan penurunan 1 poin SRQ-20 akan meningkatkan kepatuhan ART (self-report) sebesar 0,722 poin dan statistik korelasi bermakna (p<0,00). Kesimpulan: setelah 8 minggu intervensi berbasis REBT pada ODHA perempuan, penurunan rerata skor SRQ- 20 berpengaruh terhadap peningkatan rerata skor kepatuhan ART pada kelompok intervensi dibanding kontrol.