Artikel

Menjaga Kesehatan Jiwa di Tengah Pandemi

  • By Mervin Hansel Aditama
  • 19 August 2021
Foto hanya ilustrasi. Doc: Open Source

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu setengah tahun kian memberikan ketidakpastian dan kabar buruk yang tentunya berpengaruh pada kesehatan jiwa. Berbagai upaya dalam mengelola kesehatan jiwa menjadi sangat penting pada kondisi seperti ini untuk menjaga diri tetap waras. Menurut Prof. Sawitri Supardi Sadarjoen, Guru Besar Psikologi Klinis Universitas Padjajaran, pandemi yang tidak kunjung berakhir dapat memberikan efek depresif bagi masyarakat sehingga dapat mengganggu aktivitas karena terus menerus dibayang-bayangi oleh rasa khawatir dan takut. Walau demikian, beliau menuturkan bahwa hal tersebut bisa dikurangi dampaknya dengan memiliki keyakinan diri yang didampingi oleh kewaspadaan yang optimal untuk membantu menyeimbangkan kondisi mental.

Saat seseorang telah mengetahui siapa dirinya dan mengetahui kondisi disekitarnya, serta memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan berpikir rasional, kekhawatiran akan tertular virus ini pun dapat berkurang. Walhasil, perasaan akan menjadi lebih tenang. Contohnya, jika akan melakukan aktivitas yang cenderung berisiko tertular virus kita harus bisa memastikan bahwa kita sudah melakukan tindakan preventif semaksimal mungkin dan selebihnya dapat berpasrah pada kondisi. Pola pikir tersebut, ujar Prof. Sawitri, dapat membuat kita merasa lebih rileks dan aman di masa pandemi.

Beberapa hal lain juga perlu menjadi perhatian dalam upaya mengelola kesehatan jiwa. Dari aspek kesehatan fisik, memperhatikan asupan gizi menjadi penting dengan mengatur konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak, serta vitamin agar dapat meningkatkan kualitas fisik. Upaya ini pastinya akan menjadi lebih baik bila didampingi oleh olah raga yang teratur. Kegiatan sosial yang terhambat dapat diganti menjadi pertemuan daring untuk tetap menjaga relasi dengan kerabat dan keluarga. Selain itu, waktu di rumah dapat diisi dengan melakukan hobi untuk mencipatakan efek positif melalui kesenangan batin yang muncul. Selanjutnya, melakukan kegiatan dan aktivitas spiritual yang dapat menenangkan pikiran perlu dijaga secara konsisten, baik dengan diri sendiri atau bersama kerabat dan keluarga.

Penyampaian serta penerimaan Informasi mengenai kondisi pandemi pun sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan jiwa. Oleh karena itu, manajemen Informasi perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan efek cemas dan ketakutan yang berlebih. Media massa sebagai penyedia Informasi diharapkan dapat menyampaikan berita dengan bahasa yang mudah dipahami oleh publik sehingga misinformasi dan hoaks setidaknya dapat dicegah. Bila merasa jenuh dengan berita yang diterima, kita dapat mengevaluasi seberapa banyak dan berguna Informasi yang telah diserap, dan mengalihkan perhatian dengan melakukan kegiatan yang disenangi.

Integrasi dari upaya-upaya yang telah disebutkan bisa memberikan optimalisasi pada kesehatan jiwa seseorang untuk menerima kondisi lingkungan yang dijalaninya, dalam hal ini pandemi Covid-19. Hal lain yang cukup krusial dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa di masa pandemi ialah janganlah ragu untuk meminta pertolongan dari orang-orang terdekat. Relevansi upaya-upaya di atas mungkin tidak seluruhnya sesuai dan berpengaruh signifikan pada kebutuhan mental semua orang. Akan tetapi, jika dilakukan secara perlahan dan optimal, cara-cara tersebut dapat membantu meringankan dampak buruk terhadap kesehatan jiwa yang dibawa oleh pandemi ini.

 

Referensi:

Arlinta, Deonisia. (2021). Managing Mental Health during Pandemic. Jakarta: Kompas. (24 Juni 2021)
Hagadone, Kate. 2020. 5 Ways to Manage Your Mental Health During Covid-19. Michigan: Michigan Health. (6 April 2020)
Khaiyom, J. H. A. (2020). Managing Mental Health in Pandemic Covid-19 and Movement Control Order. The Malaysian Journal of Medical Sciences, 27(4), 147-153.

 

Disclaimer: Tulisan ini mewakili opini penulis dan tidak menggambarkan opini dan sikap Pusat Penelitian HIV Atma Jaya.