Peningkatan Kapasitas

Yuk, Latihan Praktik Mindfulness Meski Masih #dirumahaja

  • By Armadina Az Zahra
  • 30 December 2020
Foto Hanya Ilustrasi.

Akhir tahun sering kali jadi waktu yang ditunggu-tunggu. Libur panjang Hari Raya Natal sampai tahun baru jadi momen yang tepat untuk berlibur, melepas penat setelah bekerja dengan giat sepanjang tahun. Sayangnya, penghujung tahun 2020 ini sangat berbeda. Pandemi global yang nyatanya belum berkesudahan memaksa kita untuk memiliki batasan dalam menikmati waktu liburan. Kita harus berpikir berulang kali untuk mengunjungi destinasi wisata, harus mengutamakan keselamatan dan protokol kesehatan untuk berlibur di kampung halaman, dan membatasi diri sebisa mungkin untuk tidak berkumpul ramai-ramai menunggu detik-detik pergantian tahun baru.

Terbatasnya pilihan kegiatan untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun bukan tidak mungkin dapat menyebabkan stres. Terlebih lagi jika mengingat beban kerja dan beragam tekanan yang sudah dilalui dua belas bulan belakangan. Perasaan stres yang mungkin kamu alami di penghujung tahun ini tak boleh dianggap sekadar angin lalu. Beragam penelitian sudah menunjukkan bahwa ketika tingkat stres seseorang meningkat akan berisiko terhadap kondisi kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. Banyak kiat yang kemudian disarankan untuk mengurangi stres, salah satunya adalah melakukan praktik mindfulness seperti yang dilakukan oleh PUI-PT Pusat Penelitian HIV AIDS UNIKA Atma Jaya (PPH).

Pada kuartal akhir 2020, PPH telah melaksanakan dua sesi relaksasi bersama yang menerapkan praktik mindfulness. Sesi pertama berlangsung pada Oktober 2020 lalu dan dipandu oleh Psikolog Klinis, Dian Ibung. Sementara itu, di sesi kedua yang baru saja usai dilakukan (23/12), Evi Sukmaningrum, Ph.D (Psikolog, PPH) mengambil peran sebagai fasilitator praktik mindfulness. Sebelum dimulainya sesi relaksasi, Evi Sukmaningrum, Ph.D terlebih dahulu menjelaskan,

“Yang biasanya terjadi bukan mindfulness, tapi mindful, otak kita penuh dengan berbagai persoalan dan kekhawatirkan. Itu kenapa mempraktikan mindfulness penting, karena dapat membuka ruang pada diri kita untuk memberikan atensi penuh pada momen saat ini dan dilakukan tanpa judgement atau penilaian terkait apa yang kita rasakan. Kata mindfulness sendiri sering digunakan untuk menggambarkan sebuah kondisi psikologis, proses psikologis, ataupun kondisi kesadaran penuh. Kuncinya adalah di pengaturan pernapasan, dan fokus pada napas kita.”

Ada empat kualitas yang dilatih dari praktik mindfulness, yakni kehadiran diri di masa sekarang (presence), kesadaran diri (awareness), keadaan rileks (relax), dan pancaran kebaikan (kindness). Praktik mindfulness melingkupi tiga tahapan sederhana, yakni:

  1. Lakukan pernafasan dalam dengan duduk, berbaring atau berjalan, yang penting kuncinya adalah pada pernafasan dalam.
  2. Fokus pada setiap nafas dan sensasi yang dirasakan saat ini. Suara, bau, temperatur, maupun perasaan yang dialami ketika oksigen masuk dan ke luar dari tubuh.
  3. Tidak perlu dianalisis dan tanpa judgement tentang apa yang dirasakan. Fokus pada pikiran atau perasaan saat ini, kenali, terima, nikmati dan lepaskan semua perasaan yang kamu rasakan.

Tidak sempat mengikuti dua sesi relaksasi praktik mindfulness bersama PPH? Kamu tetap bisa mengikuti dan mencoba praktiknya dari rumah masing-masing dengan menyaksikan video yang telah kami unggah di kanal YouTube “Pusat Penelitian HIV AIDS UNIKA Atma Jaya” berikut ini:

Sesi Pertama Relaksasi Praktik Mindfulness Bersama Dian Ibung (Psikolog Klinis)

Sesi Kedua Relaksasi Praktik Mindfulness Bersama Evi Sukmaningrum, Ph.D (Psikolog, PPH)