Artikel

Digitalisasi Pendidikan Seks

  • By Happy Kurniawan
  • 27 August 2020
None

[Seri Reportase AIDS Conference 2020]

Tulisan ini merupakan liputan dari ruang pameran dari YAA (Youth Against Aids) yang terletak pada ruang pameran AIDS 2020 Virtual. YAA merupakan organisasi dengan jaringan internasional yang dijalankan oleh sekelompok anak muda dengan tujuan meningkatkan kesadaran seputar HIV AIDS dan penyakit menular seksusal lainnya. Pada ruang pameran virtual ini, YAA menampilkan beberapa proyek mereka salah satunya adalah “Haus of Prevention” yang dijalankan melalui peer-to-peer workshop pada pelajar setingkat SMA di Jerman.

Melalui “Haus of Prenvention” ini mereka melakukan 3 penelitian, yang pertama adalah para peserta workshop diminta untuk membuat video pendek berdurasi 15 detik mengemukakan ide mereka untuk mengakhiri AIDS. Hal menarik dari hasil penelitian pertama ini adalah dari 12 video yang terkumpul, 6 video mengatakan “pendidikan” dan 4 video mengatakan “anak muda” sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan memegang peran yang paling penting untuk mengakhiri AIDS.

Pada penelitian kedua dilakukan melalui survei daring dengan satu pertanyaan terbuka yakni, “Platform digital apakah yang kamu gunakan dalam mendidik diri sendiri tentang berbagai peristiwa dan berita terkini?” Sebanyak 50% responden memberi jawaban Instagram (termasuk IGTV) dimana 79% responden yang memberi jawaban ini adalah perempuan dan 21% laki-laki. Sedangkan penelitian ketiga, para anggota YAA yang telah dilatih membuat konten video berdurasi 5-15 menit dengan tema berkaitan dengan workshop yang dilakukan. Terkumpul 12 video untuk setiap topik diskusi workshop yang kemudian diposting pada Instragram. Setelah beberapa periode, 5 topik teratas yang paling banyak dilihat adalah “Sexual Orientation”, “Heteronormativity”, “Sexual Identity”, “Pornos and consent”, serta “Syphilis & HPV”.

Dari ketiga penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa platform online memiliki nilai tambah dalam memberikan pendidikan seks bagian kaula muda. Generasi muda kita tumbuh dalam dunia digital. Digitalisasi pendidikan seks harus terus didorong untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit menular seksual.