Penelitian

Diseminasi Rangkaian Pengembangan JPHIV

  • By Armadina Az Zahra
  • 27 August 2021
None

Rabu siang (25/08), PUI-PT PPH PUK2IS UAJ mengadakan pertemuan daring dengan agenda utama diseminasi rangkaian pengembangan Jaringan Penelitian HIV AIDS Indonesia (JPHIV). JPHIV merupakan platform informasi dalam bentuk website yang secara umum berfungsi sebagai database online untuk publikasi penelitian HIV AIDS yang khusus dilakukan di Indonesia. Platform informasi ini digagas oleh UNAIDS Indonesia bekerja sama dengan PUI-PT PPH PUK2IS UAJ sejak tahun 2019. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan akan metode inovatif guna menyatukan para ahli penelitian, pembuat kebijakan, serta pengambil keputusan di bidang penelitian HIV dan implementasi program.

Beralamat di jphiv-ina.net, JPHIV juga dirancang untuk melibatkan para pemangku kebijakan (stakeholder) penting lainnya, seperti ahli medis, akademisi, kelompok komunitas, dan LSM. Jaringan ini diharapkan dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan dari para anggota untuk kemudian dapat disintesis sebagai rekomendasi untuk agenda penelitian nasional dan implementasinya. Lebih jauh, hasil sintesis ini ke depannya diangankan mampu berkontribusi pada mobilisasi sumber daya dan kolaborasi penelitian antar lembaga nasional serta pelaksana program.

Dipandu oleh Caroline Thomas (staf advokasi PUI-PT PPH PUK2IS UAJ), pertemuan ini mengusung tiga agenda, yakni 1). Mendiseminasikan rangkaian kegiatan pengembangan Jaringan Penelitian HIV AIDS selama 2021; 2). Mendiseminasikan hasil Kertas Kebijakan Jaringan Penelitian HIV AIDS yang telah disusun; dan 3). Menindaklanjuti komitmen pembentukan dan pengembangan jaringan penelitian HIV AIDS sebagai salah satu produk pengetahuan akademis dan komunitas penelitian di Indonesia. Berdasarkan ketiga tujuan tersebut, Mervin Hansel Aditama selaku perwakilan PUI-PT PPH PUK2IS UAJ memberikan kabar terbaru kegiatan JPHIV, “Kami sudah melakukan sejumlah pertemuan sosialisasi dan konsultasi, baik dengan jejaring universitas yang sama-sama menaruh perhatian untuk isu HIV dan juga bersama Kementerian Kesehatan. Dari sana kami mendapatkan saran dan masukan untuk pengembangan JPHIV ke depannya. Misalnya saja saat kami melakukan audiensi bersama Kemenkes ada masukan bila jaringan dapat disupervisi oleh Kemenkes dan perlu ada tim khusus yang mengelola jaringan untuk menjaga keberlanjutannya. Dan untuk saat ini kami masih terus mengembangkan platform online jphiv-ina.net.”

Yohanes Gentar (Peneliti PUI-PT PPH PUK2IS UAJ) menjadi pembicara selanjutnya, ia memaparkan hasil rapid assessment JPHIV dan kertas kerja JPHIV. Pada presentasinya, Yohanes mengungkapkan bahwa tidak semua lembaga melakukan penelitian dalam 5 tahun terakhir, hanya sekitar 77% yang melakukan penelitian. Hal ini kemudian mempengaruhi minimnya jumlah penelitian yang dipublikasi dalam 5 tahun terakhir ini, rata-rata hanya 1 publikasi per tahun yang dihasilkan oleh satu lembaga.  Dalam hal penelitian, perguruan tinggi juga masih menjadi institusi yang paling dominan dalam melakukan penelitian dan publikasi dalam 5 tahun terakhir (74%). Sementara itu, ketersediaan sumber daya (finansial, SDM, waktu) menjadi isu yang paling dominan yang menghambat pelaksanaan penelitian.

Dari segi kertas kebijakan, tim peneliti PUI-PT PPH PUK2IS UAJ telah memformulasikan usulan kebijakan. Utamanya dengan membangun platform komunikasi penelitian yang memfasilitasi peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam satu forum yang berkelanjutan sehingga bisa menyediakan berbagai pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil pembelajaran ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kebijakan dan program HIV di Indonesia. Di sisi lain, bagi para peneliti di isu HIV diharapkan mampu menghasilkan penelitian-penelitian inovatif sehingga dapat diimplementasikan secara langsung untuk pengembangan program, dan peneliti dapat terlibat dalam JPHIV untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian melalui diseminasi dan lokakarya yang diselenggarakan forum.