Artikel

Harnessing Surveillance Data to Improve Individual Retention and Re-engagement in HIV Treatment

  • By Lydia Verina Wongso
  • 20 July 2020
Foto Hanya Ilustrasi.

[Seri Reportase AIDS Conference 2020]

Pertemuan satelit ini diorganisasikan oleh University of Maryland Baltimore. Diskusi ini berfokus membahas mengenai case-based surveillance (CBS) sistem untuk mengoptimalkan layanan HIV, yang sudah mulai diterapkan pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. CBS secara rutin dan tersistematis mengumpulkan data demografi dan kesehatan ODHA dari mulai diagnosis hingga kematian. Oleh karena itu, CBS mampu melacak ODHA di seluruh fasilitas dan jaringan fasilitas, sehingga dapat membedakan LTFU atau pasien yang migrasi, dan memungkinkan untuk melakukan intervensi yang diperlukan untuk membawa kembali pasien yang benar-benar telah berhenti dari pengobatan.

WHO HIV Strategic Information Guidelines: Driving Impact Through Person-Centred Data Use

David Lowrance (World Health Organization), memaparkan rekomendasi WHO dalam penggunaan data aggregate dan tingkat individual untuk mendukung perawatan dan monitoring pasien, pengelolaan dan monitoring program, dan monitoring global.

 

Beberapa hal utama yang perlu dilakukan untuk pembuatan sistem pencatatan ini antara lain adalah memprioritaskan data yang dikumpulkan (elemen data yang penting dikumpulkan untuk menunjang pengambilan keputusan di masa depan) sehingga tidak melebar atau terlalu banyak data yang tidak terpakai. Selain itu, pengecekan duplikasi data individu juga penting untuk dilakukan. Pada tahun 2021, WHO menargetkan untuk mengeluarkan Data Guideline, yang didorong oleh kebutuhan dan preferensi pada tingkat individu dengan fitur baru untuk layanan pencegahan utama, pengukuran insiden, dan layanan terintegrasi.

Data to improve health outcomes: experience from Botswana

Max Kapanda (Botswana Ministry of Health & Wellness) menceritakan pengalaman tentang pemanfaatan data CBS di Botswana untuk meningkatkan kondisi kesehatan pasien. CBS dilakukan dengan menghungkan beberapa sumber data dan menghilangkan duplikasi individual level data. Indikator utama yang dipakai pada CBS di Botswana, antara lain:

  • Tes HIV pertama kali
  • Masuk ke layanan untuk screening HIV lanjutan (Linkage to care)
  • Inisiasi ART
  • CD4 (pertama dan follow up)
  • Retensi ART
  • VL
  • Mortality

Botswana Care Program mengadaptasi CBS untuk melakukan intervention pada level pasien, dengan menemukan ODHA yang missing (Sudah didiagnosa positif namun blm link ke treatment, LTFU pasien, dan Unsuppresed pasien), akselerasi untuk perbaikan PPIA cascade, dan membuat intervensi sesuai dengan kebutuhan pasien (Profil klien dengan kebutuhan sama (contoh: TB, Hep C), dan SMS pengingat bagi klien yang tidak datang pada waktu kunjungan. Monitoring data rutin terkait lama waktu diagnosis HIV ke inisiasi ART, berkontribusi secara signifikan pada perbaikan program pengobatan pada hari yang sama hingga dalam waktu 7 hari setelah diagnosis.

Data-To-Care in the United States: Lessons Learned, and Looking to the Future

Elizabeth DiNenno (Centers for Disease Control and Prevention), menjelaskan pembelajaran dari penggunaan Data-To-Care (DTC) di US.

Data-To-Care (DTC) merupakan strategi kesehatan masyarakat di US dengan menggunakan surveillance dan data lainnya untuk mengidentifikasi dan menghubungkan ODHA yang membutuhkan layanan dan treatment HIV. Persiapan yang dilakukan antara lain merencanakan implementasi dengan menyiapkan staf, menyusun protokol, dan membuat data sharing agreement. Terkait data, perlu dipastikan pelaporan hasil laboratorium, pengecekan data kematian secara rutin, dan mengidentifikasi sumber data tambahan yang dibutuhkan untuk status pengobatan dan kontak.

Tahapan dalam implementasi DTC, yaitu dengan (1) Identifikasi orang yang tidak berada di layanan (Evidence of care dalam kurun 12 bulan atau 18 bulan terakhir), penanda perawatan (CD4, VL), identifikasi populasi (cth ODHA atau pasien yang didiagnosa positif dalam 5 tahun terakhir), (2) Investigasi, yaitu konfirmasi sumber data dan pengecekan duplikasi, (3) Linkage to Care (HIV dan layanan lainnya), dan (4) Feedback loop survaillence

 

 

[1] https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331697/9789240000735-eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y

[2] https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/255702/9789241512633-eng.pdf?sequence=1

  1. Consolidated HIV System Information guidelines: Driving Impact through Programme Monitoring and Management[1]
  2. Person-centred HIV Patient Monitoring and case surveillance[2]