Peningkatan Kapasitas

Lokakarya Penyusunan Laporan Keuangan dan Pencegahan Kecurangan (Fraud) untuk Entitas Berorientasi Non Laba

  • By Armadina Az Zahra
  • 09 April 2021
Foto. Dok Kegiatan

Memaksimalkan pemanfaatan ruang pertemuan daring, seri lokakarya keuangan entitas berorientasi non-laba PUI-PT PPH Pusat Unggulan Kebijakan Kesehatan dan Inovasi Sosial, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (PUI-PT PPH PUK2IS UAJ) kembali dilaksanakan pada Rabu siang (17/03). Bertajuk “Penyusunan Laporan Keuangan dan Pencegahan Kecurangan (Fraud) untuk Entitas Berorientasi Non Laba”, lokakarya ini berlangsung selama tiga jam penuh dan menggandeng dua orang pemateri utama. Terbagi atas dua sesi, Rika Angelina, CPA., CA., CPI (Mitra Profesional Konsultanku, Partner KAP Angelina & Yansen) menyampaikan pemaparan manajemen pencegahan kecurangan (fraud) bagi LSM dan nirlaba. Sementara, Nada Ayuanda, SE., Ak., M.Acc., CA., CPA (Manajer Keuangan PPH) mengisi sesi kedua dengan paparan standar akutansi dan laporan keuangan bagi LSM dan Nirlaba.

Masing-masing sesi dalam lokakarya ini mempunyai isu kunci pembahasan. Dalam sesi yang dipimpin oleh Rika Angelina, para peserta lokakarya diperkenalkan terlebih dahulu tentang kecurangan yang mungkin terjadi di dalam entitas nirlaba, cara-cara mengidentifikasi kecurangan dan kiat untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam entitas nirlaba, terutama di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kecurangan atau fraud yang menjadi titik berat dalam sesi ini mengacu pada definisi kecurangan dari The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2016). Kecurangan dijelaskan sebagai perbuatan-perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memeberikan laporan keliru terhadap pihak lain) dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Kecurangan terbagi atas tiga jenis yakni asset misappropriation berupa pencurian aset dan penggelapan; fraudulent statement berupa memberikan laporan palsu dan window dressing; dan korupsi yang berupa pemerasan secara ekonomi, penyuapan dan penyalahgunaan wewenang.

Pada sesi kedua, Nada Ayuanda selaku pengampu utama mengawali pemaparan materinya dengan penjelasan mengenai ISAK 35 yang mulai efektif di 1 Januari 2020. Setelahnya ia turut menyampaikan perihal langkah-langkah penyusunan laporan keuangan dan menyiapkan laporan keuangan bagi para pemangku kebijakan (stakeholder). Dalam sesinya, Nada Ayuanda mengenalkan peserta pada penyusunan laporan keuangan menggunakan accounting software (Sango). Perangkat lunak Sango berguna untuk membantu pencatatan transaksi. Memasukan transaksi penerimaan kas/bank, memasukan transaksi pengeluaran kas/bank, memasukan jurnal umum dan memasukan uang muka dapat dipermudah dengan penggunaan perangkat lunak ini.

Ke depannya, PUI-PT PPH PUK2IS UAJ telah merencanakan untuk menyelenggarakan kegiatan lanjutan dari seri lokakarya keuangan untuk entitas nirlaba yang terbuka untuk umum. PUI-PT PPH PUK2IS UAJ berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu metode pembelajaran bagi entitas-entitas nirlaba dalam pengelolaan keuangan dan keberlangsungan entitas-entitas nirlaba di Indonesia.