Penelitian

Pelatihan Penguatan Sudinkes dalam Memfasilitasi Kegiatan Simulasi Juknis kepada Puskesmas

  • By Armadina Az Zahra
  • 14 November 2021
Foto. Dok Kegiatan

Mengawali bulan Oktober 2021, PUI-PT PPH PUK2IS menyelenggarakan “Pelatihan Penguatan Sudinkes dalam Memfasilitasi Kegiatan Simulasi Juknis kepada Pukesmas”. Berlangsung secara daring selama lima hari berturut-turut mulai 4 – 8 Oktober, kegiatan ini bertujuan untuk melatih Sudinkes (Suku Dinas Kesehatan) Kabupaten/Kota agar dapat memberikan asistensi simulasi petunjuk teknis (juknis) terkait pelayanan kesehatan jiwa (keswa) kepada puskesmas yang berada di wilayah kerjanya secara berkelanjutan (sustainable). Hasil yang diharapkan kemudian adalah Sudinkes dapat memiliki sumber daya yang memadai dalam memberikan asistensi implementasi “Juknis Manajemen Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas” kepada tenaga keswa puskesmas kecamatan wilayah DKI Jakarta.

Pelatihan penguatan ini dilatarbelakangi oleh kerja sama yang telah dilakukan antara PUI-PT PPH PUK2IS Unika Atma Jaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta dalam studi implementasi dalam mengembangkan juknis manajemen pelayanan keswa di Puskesmas. Dari kerja sama tersebut, kini telah tersusun Juknis yang dinilai mampu laksana (feasible) dan dapat diterima (acceptable) untuk diujicobakan di seluruh puskesmas kecamatan. Selama kerja sama berlangsung, enam tahapan telah dilalui, yakni  1) pelibatan stakeholder kunci sebagai tim teknis; 2) memahami konteks dan penyelenggaraan layanan keswa; 3) merancang kerangka juknis keswa; 4) menyusun juknis layanan keswa di puskesmas; 5) mengkaji kelayakan (feasibility & acceptability) Juknis; dan 6) merekomendasikan juknis kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI untuk diujicobakan di puskesmas sebagai standar dalam pemberian layanan keswa di seluruh puskesmas kecamatan yang ada di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Merunut pada tahapan kerja sama yang telah ditempuh, kegiatan “Pelatihan Penguatan Sudinkes dalam Memfasilitasi Kegiatan Simulasi Juknis kepada Puskesmas” ini merupakan titik pijakan baru bagi terlaksananya layanan keswa yang terstandar dan berkelanjutan di Puskesmas. Adapun peserta dalam pertemuan ini terdiri dari 1). Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa dari Sudinkes Kab. Kepulauan Seribu, serta lima Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara (1-2 orang perwakilan dari masing-masing Sudinkes); dan 2). Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta seperti dr. Endang Sri Wahyuningsih, M.K.M (Kepala Seksi PTM, Keswa, dan Napza) dan Ida Kurniawati, SKM (Koordinator Program P2 Masalah Keswa).

Pada hari pertama pelatihan, pemateri dari PUI-PT PPH PUK2IS UAJ menyampaikan 3 poin utama yang menjadi latar belakang diadakannya kegiatan pelatihan ini. Ketiga poin tersebut masing-masing adalah puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer memegang peran yang strategis, masih adanya ketidakmerataan kualitas pelayanan, dan diperlukan acuan standar untk pengelolaan layanan keswa di puskesmas. Mengingat latar belakang tersebut, maka diperlukan adanya sosialisasi internal dan sosialisasi eksternal. Sosialisasi internal bertujuan untuk melakukan skrining dan penanganan kegawatdaruratan ODGJ, adanya peluang kegiatan bersama antara keswa dan lintas program serta penentuan target capaian dan anggaran awal tahun. Sementara itu, sosialisasi ekstenal perlu dilakukan untuk memperoleh dukungan terutama dalam upaya promotive dan preventif, serta mempromosikan keswa untuk meningkatkan demand generation masyarakat sehingga diperlukan pendekatan multidisipliner dari pihak eksternal.

Pelatihan hari kedua pemaparan berlanjut dengan penjelasan mengenai Bab I, II, dan III dalam juknis layananan keswa. Khusus pada bab III Juknis, peserta turut dijelaskan mengenai prosedur skenario penanganan kedaruratan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) (SPM) dan skenario skrining keswa dalam gedung puskesmas (Non-SPM). Pembahasan terkait penangan kedaruratan ODGJ kemudian masih berlanjut keesokan harinya. Di hari ketiga pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi penjelasan mengenai penanganan kedarutan ODGJ secara lebih dalam menggunakan diagram tulang ikan atau pohon, tetapi juga diberikan materi baru terkait penyusunan RUK dan RPK layanan keswa di puskesmas.

Hari keempat pelatihan para pemateri membahas mengenai Bab IV rancangan juknis layanan keswa. Peserta dijelaskan mengenai kegiatan pelatihan Puskesmas dalam aktivitas kelompok. Dalam aktivitas ini, peserta diberitahu mengenai tujuan, aktivitas, alat, dan bahan yang dibutuhkan. Sebelum berakhirnya sesi di hari keempat pelatihan, peserta juga diberikan latihan soal mengenai monitoring evaluasi penanganan kedaruratan ODGJ berat dan penjelasan tentang formulir laporan jumlah skrining keswa. Pada pertemuan hari terakhir, peserta diberitahukan untuk agenda berikutnya untuk menghadiri pertemuan kooridnasi lanjutan. Peserta juga menyampaikan pesan dan kesan setelah mengikuti simulasi juknis manajemen pelayanan keswa.