Usia 25-49 tahun adalah kelompok dengan prevalensi pengguna Napza terbanyak di Indonesia. Teman-teman mahasiswa baru yang kira-kira masih berumur 20 tahun jadi kelompok yang tepat untuk memahami tentang HIV dan Napza. Memahami informasi dasar dan risiko menjadi langkah awal untuk mencegah infeksi HIV dan penyalahgunaan Napza.
PPH UAJ memiliki kesempatan untuk memberikan edukasi dasar tentang HIV dan Napza di Universitas Prasetya Mulya, Kampus BSD pada Kamis, 25 Juli 2024. Edukasi ini merupakan rangkaian dari Pengenalan Mahasiswa Baru. Sekitar 1.300 mahasiswa baru mengikuti edukasi ini. Theresia Puspoarum, Edwin Sutamto, dan Lydia Verina Wongso memandu sesi ini dengan membahas tentang informasi dasar HIV, penularan HIV, risiko penyalahgunaan Napza, dan adiksi Napza.
Fase dewasa muda pada mahasiswa merupakan masa eksplorasi diri yang lebih bebas. Dewasa muda memiliki energi dan sumber daya lebih banyak untuk melanjutkan pencarian jati diri, salah satunya tentang seksualitas dan reproduksi. Dalam eksplorasi ini, faktor sosial seperti tekanan sosial berperan besar dalam penerimaan seseorang dalam pergaulan. Tekanan ini termasuk tuntutan untuk melakukan seks berisiko dan penggunaan Napza.
PPH UAJ mencoba melihat situasi dengan bijak. Dewasa muda pada dasarnya merupakan individu yang dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka. Memberikan pemahaman dasar tentang perilaku seks berisiko dan penggunan Napza bisa menjadi bekal untuk dewasa muda berpikir sebelum bertindak.
Maka dari itu, edukasi dasar tentang HIV dan Napza tepat untuk diberikan kepada mahasiswa baru yang akan menjalani kehidupan sosial di kampus. Pemberian edukasi dasar tentang risiko, penularan, dan pencegahan HIV memengaruhi seseorang untuk lebih berhati-hati. Mahasiswa menjadi lebih terinformasikan sebelum melakukan perilaku berisko yang berujung pada infeksi HIV dan adiksi Napza.
Kami berharap edukasi dasar ini kepada mahasiswa baru Universitas Prasetya Mulya dapat menjadi faktor protektif untuk mereka.