Artikel

Cerita Bagus: Perjalanan Merangkul Orang Dengan Skizofrenia

  • By Armadina Az Zahra
  • 05 March 2021
Bagus Hargo Utomo

Saya Bagus Hargo Utomo, pendiri Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Dahulu, saya memulai komunitas ini ketika salah seorang anggota keluarga menunjukkan tanda skizofrenia dan kami harus mencari informasi mengenai penyakit tersebut. Pengalaman itu kemudian menyadarkan saya jika dukungan dan sikap keluarga yang tidak malu, serta upaya untuk menemukan perawatan yang tepat bisa membantu seseorang dengan skizofrenia untuk pulih. Semangat dan motivasi itu yang saya genggam erat saat akhir memutuskan untuk membentuk KPSI di tahun 2001. Pelbagai kegiatan dilakukan KPSI, mulai dari menyelenggarakan kelompok dukungan sebaya bagi keluarga dan pasien, psikoedukasi, kegiatan-kegiatan kreativitas, pemberdayaan pasien, sampai pada evakuasi pasung.

Masalah pemasungan menjadi salah satu fokus saya sedari dahulu. Pemasungan adalah satu bentuk pengekangan yang dipakai di Indonesia, tanpa memberikan akses pada perawatan kesehatan jiwa dan layanan pendukung lain, untuk membatasi orang yang dianggap atau mengalami disabilitas psikososial di dalam atau di luar rumah. Pengekangan ini berupa mengikat orang atau menguncinya di kamar, gudang, atau kurungan atau kandang hewan selama beberapa jam, hari hingga bertahun-tahun. Pasung biasanya dipraktikkan oleh keluarga yang percaya bahwa saudaranya yang menyandang disabilitas psikososial mengalami kerasukan roh jahat, atau khawatir dia bisa melukai diri atau orang lain, atau dia bisa kabur. Oleh karena itu KPSI selalu berkomitmen untuk membantu evakuasi orang dengan skizofrenisa (ODS) yang mengalami pemasungan.

Mengembalikan ingatan pada dekade awal berdirinya KPSI, saat itu saya mesti merogoh kocek sendiri untuk membuat situs website pertama dan mailing list KPSI. Kini setelah lebih dari 20 tahun berjalan, psikoedukasi juga banyak dikembangkan dan disampaikan melalui akun-akun media sosial KPSI. Akun Facebook KPSI pun saat ini mencapai hampir 66.000 orang dan masih aktif memberikan informasi seputar kesehatan jiwa di tengah pandemi. Selain aktif di dunia daring, sebelum pandemi, ODS atau keluarga bisa juga datang mengunjungi kantor KPSI yang bertempat di Jl. Jatinegara Timur No.99, tidak jauh dari RS Premier Jatinegara Jakarta. Saat ini, di masa pandemi COVID-19, KPSI turut membantu pemberian bantuan sembako bagi keluarga dan pasien yang tidak mampu.

Pada 10 Oktober 2012 silam, saya menjadi orang pertama yang menerima penghargaan Guislain Award Breaking the Chains of Stigma, setelah menyisihkan lebih dari 20 kandidat lain yang berasal dari seluruh dunia. Dr. Joseph Guislain (1797-1860) sendiri adalah seorang psikiater Belgia pertama dan pelopor dalam perawatan orang dengan penyakit kejiwaan. Hadiah yang saya dapat dari penghargaan tersebut kemudian saya gunakan kembali untuk melanjutkan pekerjaan mengikis stigma sosial pada penderita masalah kesehatan jiwa dan gangguan neurokognitif. Bagi teman-teman semua, saya selalu ingin menyampaikan, “Skizofrenia perlu, dapat dan harus diobati. Ketidakpatuhan minum obat akan mengakibatkan kekambuhan. Keluarga harus memiliki pengetahuan tentang Skizofrenia dan terapinya supaya Orang Dengan Skizofrenia (ODS) mendapatkan pengobatan yang terbaik. Dengan pengobatan sejak dini dan memadai, ODS akan mampu memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”