Saya Bagus Hargo Utomo, pendiri Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Dahulu, saya memulai komunitas ini ketika salah seorang anggota keluarga menunjukkan tanda skizofrenia dan kami harus mencari informasi mengenai penyakit tersebut.
Pengalaman itu kemudian menyadarkan saya jika dukungan dan sikap keluarga yang tidak malu, serta upaya untuk menemukan perawatan yang tepat bisa membantu seseorang dengan skizofrenia untuk pulih. Semangat dan motivasi itu yang saya genggam erat saat akhir memutuskan untuk membentuk KPSI di tahun 2001.
Berbagai kegiatan oleh KPSI, kami menyelenggarakan kelompok dukungan sebaya bagi keluarga dan pasien, psikoedukasi, kegiatan kreativitas, pemberdayaan pasien, sampai pada evakuasi pasung.
Pemasungan dan Skizofrenia
Masalah pemasungan menjadi salah satu fokus saya sedari dahulu.
Pemasungan adalah satu bentuk pengekangan tanpa memberikan akses pada perawatan kesehatan jiwa dan layanan pendukung lain. Pengekangan ini berupa mengikat orang atau menguncinya di kamar, gudang, atau kurungan atau kandang hewan selama beberapa jam, hari hingga bertahun-tahun.
Pasung dipraktikkan oleh keluarga yang percaya bahwa saudaranya yang menyandang disabilitas psikososial mengalami kerasukan roh jahat, atau khawatir dia bisa melukai diri atau orang lain, atau dia bisa kabur.
Oleh karena itu KPSI selalu berkomitmen untuk membantu evakuasi orang dengan skizofrenisa (ODS) yang mengalami pemasungan.
Tentang Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia
Saat itu, saya mesti merogoh kocek sendiri untuk membuat situs website pertama dan mailing list KPSI. Kini setelah lebih dari 20 tahun berjalan, kami juga banyak mengembangkan psikoedukasi untuk media sosial KPSI. Akun Facebook KPSI saat ini mencapai hampir 66.000 orang dan aktif memberikan informasi seputar kesehatan jiwa di tengah pandemi.
Selain aktif di dunia daring, sebelum pandemi, ODS atau keluarga bisa juga datang mengunjungi kantor KPSI yang bertempat di Jl. Jatinegara Timur No.99, tidak jauh dari RS Premier Jatinegara Jakarta. Saat ini, di masa pandemi COVID-19, KPSI turut membantu pemberian bantuan sembako bagi keluarga dan pasien yang tidak mampu.
Tentang Bagus Utomo
Pada 10 Oktober 2012 silam, saya menjadi orang pertama yang menerima penghargaan Guislain Award Breaking the Chains of Stigma. Saya terpilih dari lebih dari 20 kandidat lain yang berasal dari seluruh dunia. Dr. Joseph Guislain (1797-1860) sendiri adalah seorang psikiater Belgia pertama dan pelopor dalam perawatan orang dengan penyakit kejiwaan.
Hadiah ini saya gunakan kembali untuk melanjutkan pekerjaan mengikis stigma sosial pada penderita masalah kesehatan jiwa dan gangguan neurokognitif.
Bagi teman-teman semua, saya selalu ingin menyampaikan, “Skizofrenia perlu, dapat, dan harus diobati. Ketidakpatuhan minum obat akan mengakibatkan kekambuhan. Keluarga harus memiliki pengetahuan tentang Skizofrenia dan terapinya supaya Orang Dengan Skizofrenia (ODS) mendapatkan pengobatan yang terbaik. Dengan pengobatan sejak dini dan memadai, ODS akan mampu memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”


