Komunikasi Empatik untuk Perkuat Retensi Pengobatan Orang dengan HIV

Made Diah Negara (tengah) sedang melakukan role play dengan peserta Workshop bersama EpiC Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Pelatihan Komunikasi untuk Tenaga Kesehatan melalui Pendekatan Motivation Interviewing
Memperkuat Keterampilan Komunikasi Tenaga Kesehatan untuk Mendukung Retensi Pengobatan Orang dengan HIV

PPH UAJ memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan retensi pengobatan dan perawatan pada orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia.

Hubungan interpersonal antara pasien dan penyedia layanan kesehatan sering kali menjadi faktor retensi perawatan yang luput dari perhatian. Tidak jarang, salah satu hambatan yang membuat pasien takut untuk kembali berkunjung ke fasilitas kesehatan adalah rasa kurang nyaman saat berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Maka dari itu, EpiC Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menggelar Workshop Strategi Retensi “Every Month Matters”. 

Pelatihan Motivational Interviewing

Pelaksanaan Workshop berjalan sebanyak dua kali di Cikarang, Jawa Barat dan Serpong, Tangerang Selatan. Dalam rangkaian workshop ini, PPH UAJ memberikan pelatihan komunikasi dengan pendekatan Motivational Interviewing (MI). Pendekatan MI melatih para dokter, perawat, dan perwakilan Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes), untuk tidak sekadar memberikan instruksi medis, melainkan mampu menggali lebih dalam hambatan psikologis dan sosial yang menyebabkan terjadinya interupsi pengobatan pada pasien.

Dalam praktiknya, para nakes dipandu secara intensif untuk memanfaatkan alat bantu bertajuk “Amati-Tanya-Dengar”. Melalui pendekatan ini, tenaga kesehatan belajar untuk lebih peka dalam mengamati kondisi pasien, mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang tidak menghakimi, serta mendengarkan secara aktif keluhan dan kekhawatiran oleh orang dengan HIV (ODHIV). Nantinya, pelatihan komunikasi ini akan mendukung retensi di 28 Layanan Dukungan EpiC Indonesia. 

Tim dari PPH UAJ dipimpin oleh Evi Sukmaningrum bersama Made Diah Negara dan Theresia Puspoarum Kusumoputri. Berbasis pada bukti ilmiah, PPH UAJ menyampaikan struktur pembelajaran dengan interaktif. Semangat peserta tampak terlihat karena kegiatan jauh lebih interaktif dengan sesi praktik, simulasi, dan bermain peran (roleplay). Melalui simulasi langsung, para dokter dan perawat langsung merasakan bagaimana pendekatan MI mampu mencairkan formalitas komunikasi dengan pasien. 

Komunikasi berbasis Empati

Pendekatan MI terbukti membuka paradigma baru bagi tenaga kesehatan. Komunikasi klinis yang efektif harus berjalan dua arah dan berbasis empati.

Melalui penguatan kapasitas komunikasi ini, sebanyak 28 Layanan Dukungan EpiC di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dapat bertransformasi menjadi ruang yang aman, inklusif, dan nyaman bagi ODHIV. Sehingga, target retensi pengobatan yang optimal dapat tercapai demi kualitas hidup orang dengan HIV di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *