Kelayakan Integrasi Penemuan Kasus Tuberculosis (TB) Secara Aktif pada kelompok Populasi Kunci ke dalam Kegiatan Penjangkauan (Outreach) Program HIV
Model penemuan kasus Tuberculosis (TB) secara aktif pada populasi kunci ini di Indonesia merupakan upaya pertama yang belum diketahui tingkat efektivitas opersionalnya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan bermaksud untuk melakukan penelitian operasional untuk mengukur tingkat kelayakan, penerimaan dan efektivitas model ini di beberapa kabupaten/kota yang menjadi lokasi dari proyek TB Reach.
Penelitian ini perlu dilakukan karena adanyanya kenyataan bahwa pada satu sisi permodelan tentang penemuan kasus TB secara aktif telah bisa dilakukan (feasible) pada kelompok berisiko dan menjanjikan hasil akhir yang efektif (Ahmad, Mahendradhata, Cunningham, Utarini, & de Vlas, 2009; WHO 2013) tetapi pada sisi lain ada kajian sistematik tentang community screening yang menunjukkan bahwa manfaat yang belum cukup meyakinkan (Kranzer et al, 2013).
Untuk itu, penelitian operasional ini mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan penting terkait dengan pelaksanaan kegiatan integrasi penemuan kasus Tuberculosis secara aktif ke dalam kegiatan penjangkauan pada populasi kunci dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
