Kajian ini bertujuan untuk melihat integrasi dimensi gender pada epidemi HIV dalam program penanggulangan HIV di Indonesia.
Kajian ini juga melihat faktor penghambat dan pendukung untuk mengintegrasikan gender dan HIV pada tataran kebijakan, program, dan pendanaan. Sayangnya, studi yang menjelaskan intergrasi gender dalam kebijakan dan pendanaan HIV masih terbatas.
Proses kajian ini berlangsung pada Februari-Agustus 2018 melalui izin etik dari Komisi Etik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, izin penelitian dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kesbangpol Pemda DKI Jakarta.
Pendekatan kualitatif menjadi metode utama dalam melakukan kajian. Serangkaian diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam menjadi metodologi utama untuk membahas dimensi gender pada penyedia layanan. Penyedia layanan, termasuk fasilitas layanan kesehatan dan LSM, penerima manfaat dari berbagai latar belakang populasi kunci, dan pemangku kepentingan baik di tingkat lokal maupun nasional.
Analisis data menggunakan kerangka konseptual Gender and Social Inclusion Pathways dengan bantuan perangkat kualitatif NVIVO versi 11.
Penulis: Laura Nevendorff, Theresia Puspoarum, Sindi Fitriarti Putri, Sallynita, Eva Fitrina, Ignatius Praptoraharjo
Penyelaras Bahasa: Amalia Puri Handayani
Penelitian ini didanai oleh: UN Women Indonesia