Rational Emotive Behavior Therapy on ART Adherence and Mental Health in Women living with HIV

2020

* Dokumen dalam Bahasa Indonesia

The Effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) on Antiretroviral Therapeutic Adherence and Mental Healthin Women Infected with HIV/AIDS

Author: Surilena, R. Irawati Ismail, Irwanto, Zubairi Djoerban, Budi Utomo,Sabarinah, Iwan, Arwin A.P. Akip

Tujuan

Mengetahui efektifitas terapi berbasis perilaku emosi rasional (berbasis REBT) terhadap perbaikan kesehatan mental dan kepatuhan terapi anti-retroviral (ART) pada perempuan yang hidup dengan HIV. 

Metode

Penelitian ini merupakan uji klinis, randomisasi, tersamar tunggal, pada perempuan yang hidup denga HIV yang berobat jalan di Pokdiksus AIDS RS Cipto Mangunkusumo dan Unit Diagnostik Terpadu AIDS RS Dharmais, Oktober 2011-Maret 2012. Hasil alokasi acak pada 160 perempuan memeroleh kelompok intervesi berbasis REBT (n=80) dan kelompok kontrol (n=80). Kelompok intervensi mendapat intervensi berbasis REBT 8 sesi per minggu yaitu 6 sesi per minggu terapi individual dan 2 sesi perminggu terapi kelompok. Kami menggunakan Instrumen kuesioner demografi, kepatuhan ART (self-report dan hitung pil), kesehatan mental (SRQ-20). Analisis data menggunakan kai kuadrat, generalized linear model, generalized estimating equations. 

Hasil

148 responden yang dianalisis yaitu kelompok intervensi berbasis REBT (n=72) dan kontrol (n=76) dengan rerata usia 33-34 tahun. Setelah 8 minggu intervensi berbasis REBT, ada perbaikan (peningkatan) rata-rata skor kepatuhan laporan diri dibandingkan dengan kelompok kontrol (100%; 95% CI 83,3-96,7 v.s. 84%; 95% CI 77,5-87,8) dan perbaikan (penurunan) rerata skor SRQ-20 pada kelompok intervensi berbasis REBT dibandingkan dengan kelompok kontrol (2,9; 95% CI 2,7-13,0 v.s. 5,4; 95% CI: 5,0 – 13,6). Kepatuhan ART berdasarkan titer viral load (VL) tidak dianalisis pada kedua kelompok karena mayoritas proporsi titer VL tidak terdeteksi (<400 copies per mL).

Analisis GLM menunjukkan penurunan rerata skor SRQ-20 dan peningkatan rata-rata skor kepatuhan ART (self-report) kelompok intervensi berbasis REBT lebih signifikan (p<0.000) daripada kelompok kontrol pada minggu 8. Analisis GEE menunjukkan penurunan 1 poin SRQ-20 akan meningkatkan kepatuhan ART (self-report) sebesar 0,722 poin dan statistik korelasi bermakna (p<0,00). 

Kesimpulan

Setelah 8 minggu intervensi berbasis REBT pada perempuan dengan HIV, penurunan rata-rata skor SRQ-20 berpengaruh terhadap peningkatan rata-rata skor kepatuhan ART pada kelompok intervensi dibanding kontrol.

Only available in Indonesian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rational Emotive Behavior Therapy on ART Adherence and Mental Health in Women living with HIV