Harm Reduction, Etika Penelitian, dan Kesehatan Mental pada AIDS 2026

Grafis the 26th International AIDS Conference atau AIDS 2026.
PPH UAJ dalam AIDS 2026, the 26th International AIDS Conference

PPH UAJ angkat studi tentang Intervensi Harm Reduction untuk Chemsex, Etika Penelitian bersama Komunitas, dan Kesehatan Mental pada Remaja yang Hidup dengan HIV dalam AIDS 2026, the 26th International AIDS Conference.

Tim peneliti dari PPH UAJ berpartisipasi dalam AIDS 2026, the 26th International AIDS Conference yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 26-31 Juli 2026 secara virtual.

PPH UAJ berhasil menampilkan tiga poster ilmiah dalam kategori E-poster dan Poster Exhibition. Ketiga poster mengangkat isu penting mengenai intervensi partisipatif, etika penelitian berbasis komunitas, dan kesehatan mental remaja yang hidup dengan HIV di Indonesia.

Tiga Poster PPH UAJ pada AIDS 2026

Harm Reduction for Chemsex among Key Population in Indonesia

Pengembangan modul intervensi pengurangan dampak buruk (harm reduction) berbasis penjangkauan lapangan. Modul ini berfokus pada penggunaan zat Amphetamine-type Stimulants (ATS) dalam konteks seksual (chemsex) di kalangan populasi kunci.

  • Pendekatan intervensi menggunakan pendekatan partisipatif bersama organisasi sipil masyarakat berbasis komunitas yang menaungi petugas penjangkau. Aktor lain seperti pemangku kepentingan dan fasilitas kesehatan juga terlibat untuk memberikan gambaran komprehensif.
  • Integrasi layanan: Modul mengintegrasikan prinsip pengurangan dampak buruk, skrining kesehatan mental, penilaian risiko, jalur rujukan, dan strategi pelibatan komunitas. Modul ini berfungsi sebagai pelengkap layanan HIV yang sudah ada di Jakarta secara khusus, dan Indonesia dalam skala nasional.
  • Uji Coba: Tim melakukan uji coba selama enam minggu bersama mitra organisasi sipil masyarakat.

Community Researchers and Ethics of Community-led HIV Research in Jakarta, Indonesia

Pentingnya peran penelitian partisipatoris berbasis komunitas atau community-based participatory research (CBPR) untuk menempatkan populasi kunci HIV sebagai pembuat pengetahuna, dan buka sekadar subjek penelitian.

  • Paparan narasi kekerasan dari pengumpulan data. Peneliti komunitas menghadapi narasi kekerasan dan srigam yang memicu trauma sekunder
  • Posisi mereka sebagai bagian dari komunitas di negara berkembang di selatan meningkatkan kerentanan psikologis ini. Hal ini terhadi karena norma berbasis moral dan ketimpangan relasi kuasa.
  • Penelitin ini mengeksplorasi pengalaman keterlibatan peneliti komunitas HIV dan mengidentifikasi beragam bentuk trauma sekunder yang mereka alami selama proses penelitian.

General anxiety symptoms and psychosocial correlates among adolescents living with HIV in Indonesia

Tantangan psikososial dan perilaku yang dihadapi oleh remaja yang hidup dengan HIV di Indonesia.

  • Penanganan HIV pada remaja yang memicu gangguan emosional. Penanganan HIV sebagai kondisi kronis pada anak dan remaja meningkatkan risiko gangguan emosional karena stigma.
  • Penelitian terbatas: Studi mengenai gejala kecemasan pada remaja yang hidup dengan HIV di negara berkembang, khususnya di Indonesia, masih sangat terbatas.
  • Studi ini mengukur prevalensi gejala kecemasan umum pada remaja yang hidup dengan HIV di Indonesia. Selain itu, studi ini juga mengidentifikasi faktor-faktor psikososial yang relevan untuk mendukung program penanganan HIV pada remaja.

Penelitian untuk mendukung program penanganan HIV di Indonesia

Melalui partisipasi ini, PPH UAJ terus menyuarakan pentingnya pendekatan berbasis data untuk menghasilkan program dan kebijakan penanganan HIV berbasis bukti. Tahun ini, kami mengangkat pentingnya pendekatan berbasis komunitas dan data kontekstual, perlindungan bagi peneliti komunitas, dan pemenuhan hak kesehatan mental pada remaja. PPH UAJ bangga bisa memulai diskusi tentang kondisi penanganan HIV di Indonesia pada tingkat internasional.

Catatan: Seluruh poster dalam Bahasa Inggris. Hanya deskripsi dalam artikel ini dalam Bahasa Indonesia.

Penggunaan generatif AI: Generatif AI (artificial intellegence; akal imitasi) digunakan dalam mengembangkan desain pada poster tertentu. Temukan pengungkapan pada masing-masing poster. Tidak ada generatif AI dalam Tulisan, termasuk konten substansi, penyuntingan; beserta tata letak poster. Hasil akhir poster telah diedit, dikelola, dan ditinjau oleh manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *